بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
postingan kali ini saya akan memberikan contoh laporan praktikum tentang pengaruh suhu terhadap kelarutan. nah langsung saja simak laporan berikut ini
BAB 1 PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Kelarutan adalah jumlah zat yang dapat larut dalam
sejumlah pelarut sampai membentuk larutan jenuh. Apabila suatu larutan suhunya
diubah, maka hasil kelarutannya juga akan berubah. Larutan ada yang jenuh, tidak
jenuh dan lewat jenuh. Larutan dikatakan jenuh pada temperatur tertentu, bila
larutan tidak dapat melarutkan lebih banyak zat terlarut. Bila jumlah zat
terlarut kurang dari larutan jenuh disebut larutan tidak jenuh. Dan bila jumlah
zat terlarut lebih dari larutan jenuh disebut larutan lewat jenuh. Daya larut
suatu zat dalam zat lain, dipengaruhi oleh jenis zat pelarut, temperatur dan
sedikit tekanan.
Pengaruh suhu terhadap kelarutan dapat dilihat pada
peristiwa sederhana yang terjadi pada kehidupan sehari-hari yaitu kelarutan
gula dalam air. Gula yang dilarutkan ke dalam air panas, dan satu lagi ke dalam
air dingin, maka gula akan lebih cepat larut pada air panas karena semakin
besar suhu semakin besar pula kelarutannya. Aplikasi kelarutan dalam dunia industri
adalah pada pembuatan reaktor kimia, pada proses pemisahan dengan cara
pengkristalan integral, selain itu juga dapat digunakan untuk dasar atau ilmu
dalam proses pembuatan granul-granul pada industri baja. Oleh karena aplikasi
kelarutan yang bermanfaat dan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan
maka praktikum kelarutan zat padat dalam cairan perlu dilakukan.
2. Rumusan masalah
Bagaimana pengaruh suhu
terhadap lerutan zat padat dalam zat
cair (larutan gula)?
Dari rumusan masalah di atas, kita
dapat mengemukakan beberapa variabel diantaranya :
Ø ariabel manipulasi : “suhu” karena
pada eksperimen tersebut variabel yang sengaja dirubah adalah “besaran suhu”
yakni 110oC,- 20oC, air mineral.
Ø Variabel kontrol : “volume air
yang digunakan dalanm setiap gelas, jumlah pengadukan gula, gaya yang
dihasilkan dalam proses pengadukan” semuanya harus dalam jumlah yang sama
Ø Variabel respon: “kelarutan zat
padat dalam cairan”, karena pada eksperimen tersebut yang akan berakibat dari
perubahan variabel manipulasi adalah kelarutan zat padat dalam cairan
BAB 2 TEORI DASAR
Secara garis besar, Solutiones atau larutan
adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut.
Larutan terdiri atas zat yang dilarutkan atau
solute dan pelarut/solvent. Larutan ada yang jenuh, tidak jenuh, dan lewat
jenuh. Larutan disebut jenuh pada temperatur tertentu, bila larutan tidak dapat
melarutkan lebih banyak zat terlarut. Bila jumlah zat terlarut kurang dari ini,
disebut larutan tidak jenuh dan bila lebih disebut lewat jenuh. Zat yang dapat
membentuk larutan lewat jenuh misalnya Natrium tiosulfat
Pengaruh temperatur tergantung dari panas
pelarutan. Bila panas pelarutan (∆H) negatif, daya larut turun dengan naiknya
temperatur. Bila panas pelarutan (∆H) positif, daya larut naik dengan naiknya
temperatur.
Kelarutan didefinisikan sebagai jumlah
maksimum zat terlarut yang akan melarut dalam sejumlah tertentu pelarut pada
suhu tertentu. Untuk kebanyakan zat, suhu mempengaruhi kelarutan. Secara umum,
meskipun tidak semua, kelarutan zat padatan meningkat dengan meningkatnya suhu.
Namun, tidak ada korelasi yang jelas antara tanda dari ∆H larutan dengan
variasi kelarutan terhadap suhu
Kelarutan suatu senyawa bergantung pada sifat
fisika dan kimia zat terlarut dan pelarut, juga bergantung pada factor
temperatur. Tekanan, pH larutan dan untuk jumlah yang lebih kecil, bergantung
pada hal terbaginya zat terlarut.
Kelarutan
dapat digambarkan secara benar dengan menggunakan aturan fase Gibbs, yaitu :
F = C – P + 2
Dimana F adalah jumlah derajat kebebasan, yaitu
jumlah variable bebas (biasanya temperatur, tekanan, dan konsentrasi) yang
harus ditetapkan untuk menentukan system secara sempurna. C adalah jumlah komponen terkecil yang
cukup untuk menggambarkan komposisi kimia dari setiap fase, dan P adalah jumlah fase.
Aturan fase ini berguna untuk menghubungkan
pengaruh dari jumlah terkecil variable bebas (misalnya temperatur, tekanan, dan
konsentrasi). Pada berbagai fase (padat, cair, dan gas) yang dapat berada dalam
system kesetimbangan yang berisi komponen dalam jumlah tertentu. Suatu larutan
lewat jenuh merupakan kesetimbangan dinamis. Kesetimbangan itu akan dapat
bergeser bila suhu dinaikkan. Pada umumnya kelarutan zat padat dalam larutan
bertambah bila suhu dinaikkan, karena umumnya proses pelarutan bersifat
endotermik. Akan tetapi ada zat yang sebaliknya, yaitu eksotermik dalam melarut
seperti Ce2 (SO4)3
Pengaruh kenaikan suhu pada kelarutan zat
berbeda satu dengan yang lain. Perbedaan itu dapat dipakai untuk memisahkan
campuran dua zat atau lebih dengan cara rekristalisasi bertingkat. Jika
kelarutan zat padat bertambah dengan kenaikan suhu, maka kelarutan gas
berkurang bila suhu dinaikkan, katrena gas menguap dan meninggalkan pelarut.
Pengaruh kenaikan suhu pada kelarutan zat berbeda-beda antara yang satu dengan
yang lainnya. Tetapi pada umumnya kelarutan zat padat dalam cairan bertambah
dengan naiknya suhu, karena kebanyakan proses pembentukan larutannya bersifat
endoterm. Sebagai perkecualian ada beberapa zat yang kelarutannya menurun
dengan naiknya suhu seperti serium sulfat dan natrium sulfat, karena proses
pelarutannya bersifat eksoterm, bahkan ada zat yang hamper tidak dipengaruhi
oleh suhu seperti natrium klorida
Pengaruh bertambahnya temperatur terhadap
bertambahnya hasil reaksi terdapat dalam reaksi endotherm atau terhadap zat
yang direaksikan pada reaksi eksotherm.Dengan adanya pertambahan temperatur
yang berubah-ubah, maka akan terjadi perubahan dari kecepatan reaksi dalam
kesetimbangan. Hal ini akan menambah hasil reaksi bila perubahan tersebut
bersifat mengurangi temperatur pada reaksi eksotermis, dan akibatnya kecepatan
reaksi dalam mencapai kesetimbangan akan berkurang dengan lain perkataan
konstanta kesetimbangan berharga sangat kecil.
BAB 3 PROSEDUR KERJA
1. Alat dan bahan
Ø Gelas ukur
Ø Sendok pengaduk
Ø Termometer
Ø Air mineral
Ø Gula pasir
Ø Kompor kecil
2. Cara kerja
Ø Siapakan gelas ukur
Ø Kemudian masukkan air mineral
kedalam gelas tersebut
Ø Panaskan diatas kompor
Ø Pada suhu tertentu masukkan gula
pasir
Ø Aduk
Ø Perhatikan berapa lama waktu yang
dibutuhkan untuk larutnya gula dalam air
Ø Lakukan dengan 3 suhu yang berbeda
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
NO
|
Suhu ketika dimasukkan zat padat yaiti gula
pasir
|
Waktu yang dibutuhkan untuk larut
|
1
|
27˚
|
2 menit 17 sekond
|
2
|
50˚
|
55 sekond
|
3
|
70˚
|
40 sekond
|
Pembahasan
:
1. Semakin tinggi suhu zat cair
semakin cepat pelarutan gula dalam air
2. Semakin tinggu suhu semakin
sedikit endapan yang tersisa
3. Semakin rendah suhu semakin lambat
pelarutan gulu
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Dari percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa suhu sangat
berpengaruh terhadap proses pelarutan suatu zat padat di dalam zat cair.
Semakin tinggi suhu/temperatus suatu zat cair semakin cepat proses pelarutan
suatu zat padat (larutan) sehingga semakin sedikit atau bahkan tidak ada
endapan yang tersisa. Sebaliknya, semakin rendah suhu/temperatur suatu zat cair
semakin lambat proses pelarutan suatu zat padat (larutan) sehingga masih banyak
endaopan yang tersisa di zat cair tersebut. Ini terjadi karena pada suhu
tinggi, molekul-molekul air bergerak lebih cepat. Sehingga lebih sering
menumbuk molekul (gula) dan melarutkannya. Sedangkan pada suhu rendah, molekul
air bergerak lebih lambat, dan membuat jumlah tumbukannya dengan molekul gula
menjadi lebih sedikit, dan gula menjadi lambat larutnya.
2. Saran
a. Sebaiknya ketika melakukan
praktikum seperti ini siswa harus lebih tertib agar tidak terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan
b. Setelah melakukan praktikum siswa
sebaiknya segera membersihkan tempat dan alat-alat praktikum
Nah samapai disini dulu, dan terima kasih atas kunjungan kalian, mohon maaf jika ada kata yang salah.
Sudah bagus, cuma kalo bisa ditambah daftar pustaka
BalasHapusterimakasih sudah berkunjung, makalah ini sudah lama, daftar pustakanya sudah tidak diketahui
HapusDAFTAR PUSTAKA GAN>>
BalasHapusafwan akh. tdk ada, karena ini laporan saya waktu SMA. dan mmng tdk dicantumkan daftar pustakanya,. antum ambil link blog ini saja sebagai daftar pustaka.
HapusThanks y.. membantu gaes😂
BalasHapusThanks y.. membantu gaes😂
BalasHapussama-sama. silahkan tinggalkan jejak nomor hp. krna tgl 4 oktober ada event. bagi-bagi voucher
Hapuscukup lengkap
BalasHapusMembantu sekali
BalasHapusterima kasih infonya
BalasHapusjangan lupa mampir juga ke blog aku https://fyankarka.blogspot.com/