Kamis, 14 September 2017

Laporan Teknologi Proses Agro - BAKSO RUMPUT LAUT



LAPORAN LENGKAP
TEKNOLOGI PROSES AGRO
“BAKSO RUMPUT LAUT’ 




Disusun Oleh :

Nama              : WAHYUDDIN 

Nim                 : 16 TIA 231 
Kelas              : 1C 
Kelompok      : 5
                         
LABORATORIUM TEKNOLOGI PROSES AGRO
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I
POLITEKNIK ATI MAKASSAR
2016/2017


BAB I

PENDAHULUAN

A.     LATARBELAKANG

Rumput laut adalah salah satu sumber daya hayati  (salah satu sumber daya dapat pulih “renewable resources” yang terdi riatas flora dan fauna) yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Dalam bahasa Inggris, rumput laut diartikan sebagai “Seaweed”.Sumber daya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang  berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput laut banyak ditemukan hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak.

Rumput laut merupakan tumbuhan laut jenis  alga. Tanaman ini adalah gangang multi seluler golongan divisi thallophyta. Berbeda dengan tanaman sempurna pada umumnya, rumput laut tidak memiliki akar, batang dan daun. Jenis rumput laut sangat beragam, mulai dari yang berbentuk bulat, pipih, tabung atau seperti ranting dahan bercabang-cabang. Seperti layaknya tanaman darat pada umumnya, rumput laut juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Secara umum, rumput laut yang dapat dimakan adalah jenis ganggang biru (cyanophyceae), ganggang hijau (chlorophyceae), ganggang merah (rodophyceae) atau ganggang coklat  (phaeophyceae). Hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput laut juga banyak dibudi dayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchemacottonii dan Gracelaria sp.

Mengkonsumsi rumput laut yang kaya akan kandungan serat, selenium dan seng dapat mereduksi estrogen. Disinyalir level estrogen yang terlalu tinggi dapat mendorong timbulnya kanker. Penelitian yang dilakukan terhadap penderita kanker di Amerika menunjukkan bahwa wanita yang melakukan diet  ketat dengan mengkonsumsi serat tinggi dan mengurangi asupan lemak dari daging dan susu mempunyai level estrogen yang rendah. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Harvard School of Public Health Amerika telah membuktikan bahwa pola konsumsi wanita Jepang yang selalu menambahkan rumput laut dalam menu makannya, menyebabkan wanita premenopause di Jepang mempunyai peluang tiga kali lebih kecil terkenakan kepayudara dibandingkan dengan wanita Amerika,

Bakso atau baso adalah jenis bola daging yang lazim ditemukan pada masakan indonesia, bakso umumnya dibuat dari campuran daging sapi, ikan, ayam, udang, dll. Dan tepung tapioka, dalam penyajian bakso umunya disajikan panas-panas dengan kuah kaldu, dicampur mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur dan taburi bawang goreng dan seledri, bakso sangat popular dan dapat ditemukan di seluruh Indonesia, berbagai jenis bakso sekarang banyak ditawarkan dalam bentuk makanan beku yang dijual di pasar sewalayan, bakso juga dapat dijadikan pelengkap jenis makanan lain seperti mie goreng,nasi goreng atau capcai.
Bakso daging menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 01-3818-1995 merupakan produk berbentuk bulatan atau bentuk lain yang diperoleh dari campuran daging (kadar daging tidak kurang dari 50%) dan pati atau serealia dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan (DSN, 1995).
Bakso ikan hampir sama dengan bakso daging,perbedaanya hanya terletak pada bahan baku, yaitu kan-ikan yang di  gunakan dalam pembuatan bakso ikan bervariasi, tergantung rasa yang di inginkan kekenyalan dapat di atur berdasarkan tepung tapioca yang di gunkan.

B.     TUJUAN.
Untuk mengetahui cara pengolahan bahan pangan rumput laut menjadi produk bakso rumput laut.


 


BAB II
METODOLOGI
A.     ALATDANBAHAN.
Alat yang digunakan :


1.      Blender
2.      Baskom / wadah
3.      Sendok pengaduk
4.      Pisau
5.      Talenan
6.      Panci pengukus
7.      Saringan
8.      Timbangan



Bahan yang digunakan :


1.      Daging ikan Cakalang 300 gr
2.      Tepung tapioka 200 gr
3.      STTP 1 sendok teh
4.      Rumput laut 600 gr
5.      Air secukupnya
6.      Garam secukupnya
7.      Bawang putih 4 siung
8.      Merica bubuk 1 sendok teh
9.      Es batu secukupnya



B.     CARA KERJA.
1.      Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Rendam rumput laut selama 3 hari dan setiap harinya airnya diganti
3.      Cuci bersih rumput laut hingga kotoran yang menempel terbuang lalu blender sampai halus
4.      Cuci bersih daging ikan, potong kecil-kecil
5.      Haluskan daging ikan, garam, bawang putih, merica, dan es batu menggunakan blender
6.      Tambahkan tepung tapioka, bubur rumput laut, gilingan daging dan bumbu serta STTP sambil diaduk hingga rata
7.      Bentuk adonan menjadi bola-bola, masukkan dalam panic berisi air hangat
8.      Rebus bola-bola daging dengan suhu 100 ͦ C selama 25 menit, angkat dan tiriskan



Skema Pembuatan Bakso Rumput Laut.



Gambar 2.1 Skema pembuatan bakso rumput laut




BAB III
HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN

A.     HASILPENGAMATAN.
 


Hasil yang kami peroleh dari praktikum pembuatan Rumput Laut Crispy adalah :



.no.
Sensori
Keterangan
1.
Warna
Abu-abupucat
2.
Tekstur
Kenyaldanlembut
3.
Aroma
Aroma ikan
4.
Rasa
Sepertibaksopadaumumnya
5.
Jumlah
63 biji



B.     PEMBAHASAN
Warna pada bakso putih pucat hal ini dipengaruhi dari rumput laut yang tak berwarna / tawar dan daging yang digunakan adalah daging ikan yang berwarna putih  sehingga warnanya putih pucat. Teksturnya kenyal halini dipengaruhi dari rumput laut dan tepung tapioca serta STTP yang dapat mengenyalkan adonan bakso. Aroma dari bakso masih terasa amisnya mengingat bahan baku dari pembuatan bakso adalah rumput laut dan daging ikan dimana kedua bahan ini memiliki bau amis yang tinggi. Dan rasa dari bakso agak asin karena rumput laut yang telah mengandung garam / asin terlalu banyak jumlahnya dan pada saat penambahan garam juga terlalu banyak.
Karakteristik Bahan :
1.    Daging Ikan.
Kandungan Ikan kaya akan manfaat karena merupakan sumber protein bagi tubuh. Selain itu, ternyata ikan juga mengandung berbagai zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.
2.    Tepung tapioka.
Tepung Tapioka adalah bahanmakanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.  TepungTapioka mengandung energy sebesar 362 kilokalori, protein 0,5 gram, karbohidrat 86,9 gram, lemak 0,3 gram, kalsium 0 miligram, fosfor 0 miligram, danzatbesi 0 miligram.  Selain itu di dalam Tepung Tapioka juga terkandung vitamin B1 0 miligramdan vitamin C 0 miligram.
3.    STTP.
STTP adalah salah satu bahan kimia yang biasa digunakan dalam bidang industri.STPP (Sodium Tri Poly Phospat) Sodium ini sering kali kita pakai untuk bahan tambahan pada adonan bakso. Fungsinya dalam adonan bakso adalah mengikat air, sehingga protein tetap dalam kondisi bagus, sifat kenyal timbul,
4.    Rumput Laut.
Rumput laut mempunyai
Kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium.
5.    Air.
Air berfungsi sebagai pelaruta donan agar campuran bahan mudah kalis.
6.    Bawang Putih.
Bawang putih adalah salah satu bumbu yang sangat penting pada pembuatan bakso, ada dua perlakuan yang sering di lakukan oleh para pembuat bakso.Perlakuan yang pertama adalah bawang putih yang dibiarkan mentah langsung dicampurkan pada adonan bakso.
7.    Garam.
Garam dapur berfungsi disamping memberikan rasa pada produk bakso, juga sebagai pelarut protein, pengawet dan meningkatkan daya ikat air dari protein daging.
8.    Es batu.
       Berfungsi untuk pelarut juga berfungsi untuk menurunkan suhu reaksi adonan bakso, sehinggga protein daging tidak rusak dan bisa bereaksi atau tercampur sempurna, homogen yaitu rata.


BAB IV
PENUTUP
A.     KESIMPULAN.
Pada pembuatan bakso rumput laut dilakukan dengan membersihkan bahan yang akan digunaka mulai dari rumput laut dan ikan yang akan digunakan. Selanjutnya masuk ketahap pembuatan adonan dan penambahan bahan lainnya serta perebusan hingga matang.

B.     SARAN.
Saran dari pembuatan bakso rumput laut sebaiknya tepung tapioka yang digunakan disesuaikan, usahakan takaran pas dengan prosedur agar hasilnya baik dan tidak lunak. Kekompakan antara anggota perlu semakin ditingkatkan

 
DAFTAR PUSTAKA
Azis, Andi Risqa. 2017. ModulJobshetTeknologi Proses Agro I. Makassar :Politeknik ATI Makassar“Kamis, 20 April 2017,  19.02 WITA

          “Kamis, 20 April 2017,  20.20 WITA
Badan Standarisasi Nasional. 1995. BaksoDaging. SNI 01-3818-1995. BadanStandarisasi Nasional. Jakarta “Kamis, 20 April 2017, 20.24 WITA.

untuk mempermudah teman-teman, kami telah menyiapkan file format dokumennya, jadi teman-teman bisa langsung mendownload.





Terimakasi Telah Berkunjung, jika dirasa bermanfaat silahkan share. jangan lupa tinggalkan jejek di komentar karena kami kadang kala melakukan undian berhadiah pulsa untuk pengunjung. 

Ingat Budayakan Untuk Tidak Hanya Copy Paste, Cobalah Untuk Mempelajarinya dan mengecek ulang apakah isinya sudah sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar