LAPORAN LENGKAP
TEKNOLOGI PROSES
AGRO
“MIE RUMPUT
LAUT’
Disusun
Oleh :
Nama : Wahyuddin
Nim : 16 TIA 231
Kelas : 1C
LABORATORIUM TEKNOLOGI PROSES AGRO
KEMENTERIAN
PERINDUSTRIAN R.I
POLITEKNIK
ATI MAKASSAR
2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Mie merupakan jenis pangan yang
terpopuler di Asia khususnya Asia Timur dan Asia Tenggara. Bahan dasar
pembuatan mie yaitu dari berbagai macam tepung, seperti tepung terigu, tepung
beras, tepung kanji, dan tepung kacang hijau. Jenis tepung yang paling banyak
digunakan dalam pembuatan mie, khususnya mie instan dan mie basah ialah tepung
terigu. Penggunaan tepung terigu sudah banyak dikembangkan dan dikonsumsi
masyarakat Indonesia, mulai dari masyarakat golongan ekonomi bawah, menengah
dan atas. Mie selain cocok bagi lidah masyarakat Indonesia dan memiliki nilai
gizi yang baik, juga karena penyajiannya yang praktis. Mie yang biasa terdapat
dipasaran adalah dalam bentuk kering dan basah (Anonima, 2013).
Adapun produk mie beredar di pasaran
berdasarkan tahap pengolahan dan kadar airnya yaitu, mie mentah/segar, mie
basah, mie kering, mie goreng dan mie instan. Mie basah adalah mie mentah yang
sebelum dipasarkan mengalami proses perebusan dalam air mendidih, dengan kadar
air sekitar 35 % setelah perebusan kadar airnya meningkat menjadi 52%. Kadar
air yang relatif tinggi mengakibatkan umur simpan yang singkat (Koswara, 2009).
Mie biasa dibuat dari tepung terigu
sebagai bahan bakunya, namun kadar seratnya kurang. Selama ini tepung terigu
masih diimpor. Keadaan ini mengakibatkan devisa negara tersedot ke luar negeri
yang efek jangka panjangnya akan menyebabkan ketahanan pangan di Indonesia
terancam. Oleh karena itu, pencarian alternatif bahan pangan lain sebagai
pelengkap nutrisi yang tidak ada dalam tepung terigu khususnya mie basah terus
dilakukan. Salah satu alternatif dalam meningkatkan nilai gizi mie adalah
dengan menambahkan rumput laut.
Rumput laut atau alga (sea weed)
telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat daerah
pesisir dan pulau-pulau sejak ratusan tahun yang lalu. Pemanfaatan rumput laut
sebagai bahan pangan sudah dimanfaatkan namun pemanfaatannya masih terbatas
sebagai sayur atau lauk. Penggunaan rumput laut sebagai bahan dasar ratusan
produk pangan baik produksi skala rumah tangga maupun industri makanan skala
besar. Kandungan gizi rumput laut terdiri dari karbohidrat, protein, sedikit
lemak dan abu (yangmerupakan senyawa garam natrium dan kalium). Rumput laut
dalam ilmu nutrisi lebih dikenal memiliki nilai kandungan serat kasar yang
penting yang dapat digunakan sebagai dasar makanan fungsional terapi yang dapat
dipergunakan pada penderita obesitas (Santi, dkk., 2012).
Serat kasar yang ada pada rumput laut
dalam pencampuran mie sangat berpengaruh. Penambahan bubur rumput laut E.
cottonii sebanyak 37% ke dalam bahan dasar pembuatan mie basah, mie instan,
dan mie kering, dapat meningkatkan total serat pangan hingga 29,7% berat kering
(mie basah), 18,2% berat kering (mie instan) dan 18,8% berat kering (mie
kering) untuk dapat memenuhi asupan serat pangan 30 g/hari.Dianjurkan untuk
orang dewasa dapat mengkonsumsi 48 g mie basah, atau 28 g mie instan atau 27 g
mie kering yang mengandung rumput laut perharinya pada menu makan. Pada
anak-anak dianjurkan mengkonsumsi 32 g mie basah, 19 g mie instan, dan 18 g mie
kering yang mengandung rumput laut perharinya untuk memenuhi kecukupan iodium
pada menu makanannya.
Rumput laut diharapkan dapat mempengaruhi
sifat mie serta menambah kadar serat pada mie basah dan dapat mempengaruhi
tekstur pada mie basah yang berhubungan dengan sifat fisik mie.
B.
Tujuan
Untuk Mengetahui cara pembuatan Mie rumput laut
BAB II
METODOLOGI
A.
ALAT
DAN BAHAN
Alat yang
digunakan :
1. Blender 6. Pisau
2. Baskom/wadah 7. Timbangan
3. Sendok 8. Loyang
4. Mesin pasta/mie 9. Panci pengukus
5. Penyaring
Bahan
yang digunakan
1. Rumput laut tawar 200 gr
2. Tepung terigu 1 kg
3. Air 350 ml
4. Telur 1 Butir
B.
CARA
KERJA
1.
Rumputlaut di rendamdalam air kapurselamasemalam, setelahsehariairnya di
gantidanrumputlaut di cucidengan air bersih.
2.
Potong
kecil-kecil rumput laut dan tambahkan sedikit air lalu blender. Kemudian rumput
laut yang telah halus disaring dan diambil airnya atau pastanya
3.
Tuang pasta
rumput laut ke dalam wadah/baskom kemudian masukkan sedikit demi sedikit tepung
terigu
4.
Sebelum
adonan tercampur dengan rata tambahkan satu butir telur kemudian aduk hingga
rata
5.
Setelah
adonan tercampur rata, adonan dikatalis atau di haluskan
6.
Setelah
kalis cetak adonan dengan mesin Pembuat Mie
7.
Setelah
selesai dicetak mie yang sudah jadi diletakkan di loyang yang sudah I bubuhkan
sedikit tepung agar mie tidak lengket
8.
Setelah
semua adonan dicetak menjadi mie, siapkan panci berisi air dan sedikit minyak
lalu didihkan
9.
Masukkan
adonan mie yang telah di bentuk, rebus mie selama kurang lebih 15 Menit
10.
Lakukananalisissensoriyaitu :
A.
Rasa
B.
Warna
C.
Aroma
D.
Tekstur
Gambar 2.1 skema pembuatan mie rumput laut
BAB III
HASIL PRAKTIKUM
A.
HASIL
PRAKTIKUM
Dari hasi praktikum pada pembuatan Mie rumput laut
yang kami peroleh adalah
A.
PEMBAHASAN
1.Rasa
Berdasarkan
analisis sensori terhdap rasa dari Mie rumput laut yang kami buat yaitu kami
mendapatkan rasa yang hambar haal itu terjadi karena pada saat proses pembuatan
mie kami tidak meambahkan sedikitpun penyedap rasa atau MSG
2.Warna
Warna
yang dihasilkan dari Mie rumput laut yang kami buat yaitu berwarna kuning
pucat. Bahkan sudah mendekati warna putih, karena satu saunya pemberi warna
pada bahan yang kami gunakan yaitu kuning telur. dan kami hanya menggunakan
satu telur yang kuningnya tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan warna
Mie
3.Aroma
Mie rumput laut yang telah kami buat tidak
beraroma apapun kecuali aroma pada salah satu bahan baku yaitu terigu. Jadi mie
yag kami buat beraroma terigu
4.Tekstur
Tekstur dari Mie rumput lut yitu kenyal
dan lembek hal itu terjadi karena terlalu banyaknya penambahan air pada saat
rumput laut di blender.
Karakteristik Bahan :
1. Rumput laut.
Rumput
laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut
terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%)
serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan
serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin
(A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan
selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium.
2. Tepung terigu
Sebagai
bahan utama pembuatan mie yang berfungsi sebagai pembentuk struktur dan
karakteristik mie.
3.
Air
Air
merupakan cairan yang tidak berasa, berwarna bening dan tidak berbau. Secara
kimia air merupakan suatu zat organik yang terdiri atas dua molekul hydrogen
dan memiliki rumus molekul H2O. Air sangat menenukan konsistensi dan
karakteristik rheology dri adonan.
Selain itu air juga berfungsi pelarut bahan-bahan tanbahan dalam
pembuatan mie, sehingga dapat terdispensi secara merata.
4.
Telur
Secara
umum penambahan telur dimaksudkan untuk meningkatkan mutu protein mie dan
menciptakan adonan yang lebih liat sehigga tidah mudah terputus-putus. Kuning
telur dipakaisebagai pengemulsi karena dalam kuning telur terdapat Lechitin.
Selain sebagai mengemulsi (emulsifer), Lechitin juga dapat mempercepat hidrasi
air pada tepung dan untuk mengembangkan adonan. Penambahan kuning telur juga
akan memberikan warna yang seragam.
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah kami lakukan, kami
dapat menarik kesimpulan bahwa pembuatan mie rumput laut dapat dibuat dengan
menggunakan bahan yang mudah di peroleh serta baik untuk kesehatan karena
adanya penambahan rumput laut pada proses pembuatan mie.
Berdasarkan analisa sensori pada mie rumput laut
diperoleh rasa hambar, warna kuning pucat, aroma terigu, dan tekstur kenyal.
B.
SARAN
Dalam pembuatan mie Rumput Laut ini memang
diperlukan banyak Rumput Laut, sedangkan Rumput Laut setiap tahunnya sedikit
oleh karena itu sebaiknya jangan hanya mengolah Rumput Laut menjadi makanan
namun juga diperlukan pembudidayaan terhadap Rumput Laut agar tidak punah.
DAFTAR PUSTAKA
Aziz, AndiRisqa. 2017. ModulJobsheetTeknologi Proses
Agro I. Makassar :PoliteknikAti Makassar
Tanti yuiawati, 2014 ‘penelitian Mie rumputlaut’
143799908 (Diakses
pada senin,9 april 2017,pukul 10:21 am)
Istini, S. A. Zatnika
dan Suhaimi. 2002. Manfaat dan Pengolahan Rumput Laut. Jurnal Penelitian. BPTP,
Jakarta.(Diakses pada senin,10 april 2017,pukul 14:35)
DOWNLOAD LAPORAN DISINI
Terimakasi Telah Berkunjung, jika dirasa bermanfaat silahkan
share. jangan lupa tinggalkan jejek di komentar karena kami kadang kala
melakukan undian berhadiah pulsa untuk pengunjung.
Ingat Budayakan Untuk Tidak Hanya Copy Paste, Cobalah Untuk Mempelajarinya dan
mengecek ulang apakah isinya sudah sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Saya akan mencadangkan sesiapa yang mencari Pinjaman Perniagaan untuk Le_Meridian mereka membantu saya dengan pinjaman Empat Juta USD untuk memulakan perniagaan Quilting saya dan ia adalah pantas Apabila mendapatkan pinjaman dari mereka itu mengejutkan betapa mudahnya mereka bekerja. Mereka boleh membiayai sehingga $ 500,000.000.00 (Lima Hundred Million Dolar) di mana-mana rantau di dunia selagi ada 1.9% ROI boleh dijamin pada projek-projek.Prosesnya cepat dan terjamin. Ia pastinya pengalaman yang positif.Buat penipu di sini dan hubungi Perkhidmatan Pembiayaan Le_Meridian. lfdsloans@lemeridianfds.com / lfdsloans@outlook.com. WhatsApp ... + 19893943740. jika anda mencari pinjaman perniagaan.
BalasHapus