Rabu, 14 Maret 2018

Laporan Teknologi Proses Agro - Mie Rumput Laut


LAPORAN LENGKAP
TEKNOLOGI PROSES AGRO
“MIE RUMPUT LAUT’

Disusun Oleh :

Nama              : Wahyuddin
Nim                 : 16 TIA 231
Kelas               : 1C



LABORATORIUM TEKNOLOGI PROSES AGRO
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I
POLITEKNIK ATI MAKASSAR
2016/2017


BAB I
PENDAHULUAN

A.     LATAR BELAKANG

Mie merupakan jenis pangan yang terpopuler di Asia khususnya Asia Timur dan Asia Tenggara. Bahan dasar pembuatan mie yaitu dari berbagai macam tepung, seperti tepung terigu, tepung beras, tepung kanji, dan tepung kacang hijau. Jenis tepung yang paling banyak digunakan dalam pembuatan mie, khususnya mie instan dan mie basah ialah tepung terigu. Penggunaan tepung terigu sudah banyak dikembangkan dan dikonsumsi masyarakat Indonesia, mulai dari masyarakat golongan ekonomi bawah, menengah dan atas. Mie selain cocok bagi lidah masyarakat Indonesia dan memiliki nilai gizi yang baik, juga karena penyajiannya yang praktis. Mie yang biasa terdapat dipasaran adalah dalam bentuk kering dan basah (Anonima, 2013).
Adapun produk mie beredar di pasaran berdasarkan tahap pengolahan dan kadar airnya yaitu, mie mentah/segar, mie basah, mie kering, mie goreng dan mie instan. Mie basah adalah mie mentah yang sebelum dipasarkan mengalami proses perebusan dalam air mendidih, dengan kadar air sekitar 35 % setelah perebusan kadar airnya meningkat menjadi 52%. Kadar air yang relatif tinggi mengakibatkan umur simpan yang singkat (Koswara, 2009).
Mie biasa dibuat dari tepung terigu sebagai bahan bakunya, namun kadar seratnya kurang. Selama ini tepung terigu masih diimpor. Keadaan ini mengakibatkan devisa negara tersedot ke luar negeri yang efek jangka panjangnya akan menyebabkan ketahanan pangan di Indonesia terancam. Oleh karena itu, pencarian alternatif bahan pangan lain sebagai pelengkap nutrisi yang tidak ada dalam tepung terigu khususnya mie basah terus dilakukan. Salah satu alternatif dalam meningkatkan nilai gizi mie adalah dengan menambahkan rumput laut.
Rumput laut atau alga (sea weed) telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat daerah pesisir dan pulau-pulau sejak ratusan tahun yang lalu. Pemanfaatan rumput laut sebagai bahan pangan sudah dimanfaatkan namun pemanfaatannya masih terbatas sebagai sayur atau lauk. Penggunaan rumput laut sebagai bahan dasar ratusan produk pangan baik produksi skala rumah tangga maupun industri makanan skala besar. Kandungan gizi rumput laut terdiri dari karbohidrat, protein, sedikit lemak dan abu (yangmerupakan senyawa garam natrium dan kalium). Rumput laut dalam ilmu nutrisi lebih dikenal memiliki nilai kandungan serat kasar yang penting yang dapat digunakan sebagai dasar makanan fungsional terapi yang dapat dipergunakan pada penderita obesitas (Santi, dkk., 2012).
Serat kasar yang ada pada rumput laut dalam pencampuran mie sangat berpengaruh. Penambahan bubur rumput laut E. cottonii sebanyak 37% ke dalam bahan dasar pembuatan mie basah, mie instan, dan mie kering, dapat meningkatkan total serat pangan hingga 29,7% berat kering (mie basah), 18,2% berat kering (mie instan) dan 18,8% berat kering (mie kering) untuk dapat memenuhi asupan serat pangan 30 g/hari.Dianjurkan untuk orang dewasa dapat mengkonsumsi 48 g mie basah, atau 28 g mie instan atau 27 g mie kering yang mengandung rumput laut perharinya pada menu makan. Pada anak-anak dianjurkan mengkonsumsi 32 g mie basah, 19 g mie instan, dan 18 g mie kering yang mengandung rumput laut perharinya untuk memenuhi kecukupan iodium pada menu makanannya.
Rumput laut diharapkan dapat mempengaruhi sifat mie serta menambah kadar serat pada mie basah dan dapat mempengaruhi tekstur pada mie basah yang berhubungan dengan sifat fisik mie.

B.     Tujuan

Untuk Mengetahui cara pembuatan Mie rumput laut



BAB II
METODOLOGI


A.     ALAT DAN BAHAN

            Alat yang digunakan :
1.    Blender                                                    6.    Pisau
2.    Baskom/wadah                                       7.    Timbangan
3.    Sendok                                                    8.    Loyang
4.    Mesin pasta/mie                                      9.    Panci pengukus
5.    Penyaring
            Bahan yang digunakan
1.    Rumput laut tawar 200 gr
2.    Tepung terigu 1 kg
3.    Air 350 ml
4.    Telur 1 Butir

B.     CARA KERJA

1.      Rumputlaut di rendamdalam air kapurselamasemalam, setelahsehariairnya di gantidanrumputlaut di cucidengan air bersih.
2.      Potong kecil-kecil rumput laut dan tambahkan sedikit air lalu blender. Kemudian rumput laut yang telah halus disaring dan diambil airnya atau pastanya
3.      Tuang pasta rumput laut ke dalam wadah/baskom kemudian masukkan sedikit demi sedikit tepung terigu
4.      Sebelum adonan tercampur dengan rata tambahkan satu butir telur kemudian aduk hingga rata
5.      Setelah adonan tercampur rata, adonan dikatalis atau di haluskan
6.      Setelah kalis cetak adonan dengan mesin Pembuat Mie
7.      Setelah selesai dicetak mie yang sudah jadi diletakkan di loyang yang sudah I bubuhkan sedikit tepung agar mie tidak lengket
8.      Setelah semua adonan dicetak menjadi mie, siapkan panci berisi air dan sedikit minyak lalu didihkan
9.      Masukkan adonan mie yang telah di bentuk, rebus mie selama kurang lebih 15 Menit
10.   Lakukananalisissensoriyaitu :

A.    Rasa
B.    Warna
C.   Aroma
D.   Tekstur

Gambar 2.1 skema pembuatan mie rumput laut


BAB III
HASIL PRAKTIKUM

A.     HASIL PRAKTIKUM

Dari hasi praktikum pada pembuatan Mie rumput laut yang kami peroleh adalah 

A.     PEMBAHASAN

1.Rasa
      Berdasarkan analisis sensori terhdap rasa dari Mie rumput laut yang kami buat yaitu kami mendapatkan rasa yang hambar haal itu terjadi karena pada saat proses pembuatan mie kami tidak meambahkan sedikitpun penyedap rasa atau MSG
2.Warna
      Warna yang dihasilkan dari Mie rumput laut yang kami buat yaitu berwarna kuning pucat. Bahkan sudah mendekati warna putih, karena satu saunya pemberi warna pada bahan yang kami gunakan yaitu kuning telur. dan kami hanya menggunakan satu telur yang kuningnya tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan warna Mie
3.Aroma
      Mie rumput laut yang telah kami buat tidak beraroma apapun kecuali aroma pada salah satu bahan baku yaitu terigu. Jadi mie yag kami buat beraroma terigu
4.Tekstur
      Tekstur dari Mie rumput lut yitu kenyal dan lembek hal itu terjadi karena terlalu banyaknya penambahan air pada saat rumput laut di blender.
              



               Karakteristik Bahan :
1.    Rumput laut.
Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium.
2.    Tepung terigu
Sebagai bahan utama pembuatan mie yang berfungsi sebagai pembentuk struktur dan karakteristik mie.
3.    Air
Air merupakan cairan yang tidak berasa, berwarna bening dan tidak berbau. Secara kimia air merupakan suatu zat organik yang terdiri atas dua molekul hydrogen dan memiliki rumus molekul H2O. Air sangat menenukan konsistensi dan karakteristik rheology dri adonan.  Selain itu air juga berfungsi pelarut bahan-bahan tanbahan dalam pembuatan mie, sehingga dapat terdispensi secara merata.
4.    Telur
Secara umum penambahan telur dimaksudkan untuk meningkatkan mutu protein mie dan menciptakan adonan yang lebih liat sehigga tidah mudah terputus-putus. Kuning telur dipakaisebagai pengemulsi karena dalam kuning telur terdapat Lechitin. Selain sebagai mengemulsi (emulsifer), Lechitin juga dapat mempercepat hidrasi air pada tepung dan untuk mengembangkan adonan. Penambahan kuning telur juga akan memberikan warna yang seragam.



BAB IV
PENUTUP


A.     KESIMPULAN

Dari praktikum yang telah kami lakukan, kami dapat menarik kesimpulan bahwa pembuatan mie rumput laut dapat dibuat dengan menggunakan bahan yang mudah di peroleh serta baik untuk kesehatan karena adanya penambahan rumput laut pada proses pembuatan mie.
Berdasarkan analisa sensori pada mie rumput laut diperoleh rasa hambar, warna kuning pucat, aroma terigu, dan tekstur kenyal.

B.     SARAN

Dalam pembuatan mie Rumput Laut ini memang diperlukan banyak Rumput Laut, sedangkan Rumput Laut setiap tahunnya sedikit oleh karena itu sebaiknya jangan hanya mengolah Rumput Laut menjadi makanan namun juga diperlukan pembudidayaan terhadap Rumput Laut agar tidak punah.



DAFTAR PUSTAKA


Aziz, AndiRisqa. 2017. ModulJobsheetTeknologi Proses Agro I. Makassar :PoliteknikAti Makassar
Tanti yuiawati, 2014 ‘penelitian Mie rumputlaut’ 143799908 (Diakses pada senin,9 april 2017,pukul 10:21 am)
Istini, S. A. Zatnika dan Suhaimi. 2002. Manfaat dan Pengolahan Rumput Laut. Jurnal Penelitian. BPTP, Jakarta.(Diakses pada senin,10 april 2017,pukul 14:35)


DOWNLOAD LAPORAN DISINI

Terimakasi Telah Berkunjung, jika dirasa bermanfaat silahkan share. jangan lupa tinggalkan jejek di komentar karena kami kadang kala melakukan undian berhadiah pulsa untuk pengunjung. 

Ingat Budayakan Untuk Tidak Hanya Copy Paste, Cobalah Untuk Mempelajarinya dan mengecek ulang apakah isinya sudah sesuai dengan apa yang anda inginkan.

1 komentar:

  1. Saya akan mencadangkan sesiapa yang mencari Pinjaman Perniagaan untuk Le_Meridian mereka membantu saya dengan pinjaman Empat Juta USD untuk memulakan perniagaan Quilting saya dan ia adalah pantas Apabila mendapatkan pinjaman dari mereka itu mengejutkan betapa mudahnya mereka bekerja. Mereka boleh membiayai sehingga $ 500,000.000.00 (Lima Hundred Million Dolar) di mana-mana rantau di dunia selagi ada 1.9% ROI boleh dijamin pada projek-projek.Prosesnya cepat dan terjamin. Ia pastinya pengalaman yang positif.Buat penipu di sini dan hubungi Perkhidmatan Pembiayaan Le_Meridian. lfdsloans@lemeridianfds.com / lfdsloans@outlook.com. WhatsApp ... + 19893943740. jika anda mencari pinjaman perniagaan.

    BalasHapus