LAPORAN LENGKAP
TEKNOLOGI PROSES AGRO
“RUMPUT LAUT CRISPY”
Disusun Oleh :
Nama : Wahyuddin
Nim : 16 TIA 231
Kelas : 1C
LABORATORIUM
TEKNOLOGI PROSES AGRO
KEMENTERIAN
PERINDUSTRIAN R.I
POLITEKNIK
ATI MAKASSAR
2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Indonesia mempunyai perairan
laut yang lebih luas dari pada daratan, oleh karena itu Indonesia dikenal
sebagai Negara maritime. perairan laut Indonesia kaya akan berbagai biota laut,
baik flora maupun fauna. demikian luas serta keragaman dinamika jasad-jasad
hidup di dalam yang kesemuanya membentuk dinamika kehidupan di laut yang saling
berkesinambungan.( supriadi, 2000).
Dalam
proses pemanfaatan hasil laut Indonesia dalam pengembangan industry perikanan,
saat ini pengolahan rumput laut menjadi salah satu program revitalisasi
kementerian kelautan dan perikanan. karena komoditas rumput laut memberikan
kontribusi dan penyumbang devisa negara terbesar setelah komoditas udang dan
tuna. Pengembangan industri rumput laut di Indonesia memiliki prospek yang
cerah. Hal ini disebabkan karena tehnik pembudidayaan rumput laut yang relatif
mudah dikuasai oleh masyarakat,, sehingga usaha tersebut dapat dilakukan secara
masal. Disamping itu permintaan terhadap rumput laut dan produk olahannya baik
di pasar domestik maupun internasional selalu menunjukkan peningkatan setiap
tahunnya.
Rumput laut crispy merupakan salah satu pengembangan dalam
pengolahan pangan rumput laut. Rumput laut crispy merupakan salah satu olahan
yang tergolong sebagai cemilan. Cemilan yang renyah biasanya sangat di gemari
sebagai hidangan di saat waktu santai. Cemilan rumput laut crispy berbeda dari
cemilan lainnya karena kandungaan gizi yang terdapat pada bahan dasarnya yaitu
rumput laut sangat tinggi. Banyak zat-zat yang di butuhkan oleh tubuh dan
terdapat di rumput laut. Oleh karena itu di harapkan produk ruumput laut crispy
bisa bersaing dengan produk-produk lainnya.
B.
TUJUAN
Untuk
Mengetahui cara pembuatan Rumput Laut Crispy
BAB II
METODOLOGI
A. ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan :
1.
Baskom/wadah
6. Saringan
2.
wajan 7. Spatula
3.
Sendok 8. Timbangan
4.
Pisau 9. Piring
5.
Kompor
Bahan
yang digunakan
1.
Rumput laut
tawar 500 gr
2.
Jeruk purut
2 buah
3.
Bawang putih
4 siung
4.
Tepung bumbu
instan 2 Bungkus
5.
Minyak
goreng secukupnya
6.
Garam
secukupnya
B. CARA KERJA
1. Rendam rumput lut dengan air selama 1 hari. Setelah 1
hari direndam, cuci sampain bersih.
2. Haluskan bawang putih dan garam. Masukkan dan baluri
rumput laut yang telah bersih dengan bumbu tersebut. Berikan perasan jeruk
purut, hal ini untuk menghilangkan bau amisya
3. Biarkan selama 30 menit. Siapan tepung bumbu kedalam 2
wadah, siapkan dan panaskan minyak goreng, masukkan rumput laut kewadah tepung
pertama.
4. Goreng setengah matang lalu tiriskan. Masukkan lagi
kedalam tepung bumbu wadah kedua lalu goreng kembali hingga matang.
5. Tiriskan minyak dan rumput laut siap di sajikan
6. Lakukan analisis sensori yaitu
:
A. Rasa C. Aroma
B. Warna D. Tekstur
BAB III
HASIL PRAKTIKUM
A. HASIL PRAKTIKUM
Dari hasi praktikum pada pembuatan Rumput Laut
Crispy yang kami peroleh adalah
A. PEMBAHASAN
Karakteristik Bahan
1.
Rumput
laut.
Rumput laut mempunyai kandungan
nutrisi cukup lengkap. Secara kimia rumput laut terdiri dari air (27,8%),
protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu
(22,25%). Selain karbohidrat, protein, lemak dan serat, rumput laut juga mengandung
enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral
seperti nitrogen, oksigen, kalsium dan selenium serta mikro mineral seperti zat
besi, magnesium dan natrium.
2.
Jeruk
Purut
Jeruk
(atau limau/limo) purut (Citrus × hystrix DC.) merupakan tumbuhan perdu yang dimanfaatkan terutama buah dan daunnya sebagai bumbu penyedap masakan. Dalam perdagangan internasional
dikenal sebagai kaffir lime, sementara nama lainnya ma kruut (Thailand), krauch soeuch (Kamboja), 'khi 'hout (Laos), shouk-pote (Burma), kabuyau, kulubut, kolobot (Filipina), truc (Vietnam) dan limau kuwit (Banjar).
Penggunaan jeruk purut pada pembuatan crispy sendiri agar bau amis pada rumput
laut dapat hilang.
3.
Bawang Putih
Bawang
putih (Allium sativum; bahasa Inggris: garlic)
adalah nama tanaman dari genus Allium sekaligus nama dari umbi yang dihasilkan.[1] Mempunyai sejarah penggunaan oleh
manusia selama lebih dari 7.000 tahun, terutama tumbuh di Asia Tengah,[2] dan sudah lama menjadi bahan makanan di
daerah sekitar Laut Tengah, serta bumbu umum di Asia, Afrika, dan Eropa. Dikenal di dalam catatan Mesir kuno, digunakan baik sebagai campuran masakan
maupun pengobatan.[3] Umbi dari tanaman bawang putih merupakan
bahan utama untuk bumbu dasar masakan Indonesia.
4.
Tepung Instan
Penggunaan
Tepung instant pada proses pembuatan krispymerupakan salah satu hal yang utama,
karena dengan tepung instant rumput laut dapat dibuat crispy. Pada pembuatan
crispy dilakukan 2 kali pelumuran tepung agar didapatkan hasil yang maksimal.
5.
Minyak goreng
secukupnya
Minyak digunakan untuk menggoreng
bahan yang di lakukan 2 kali proses penggorengan.
Hasil
1. Rasa
Berdasarkan analisis sensori terhdap
rasa dari Rumput Laut Crispy, yaitu rasa dari rumput laut crispy yang kami buat
adalah terasa asin. Hal itu dikarenakan rasa asin pada tepung bumbu yang kami
gunakan untuk membalur rumput laut
2. Warna
Warna yang dihasilkan dari Rumput
Laut Crispy yang kami buat adalah Golden Brown atau cokelat keemasan. Pada saat
penggorengan tahap pertama kami mendapatkan warna coklat pucat hal itu
dikarenakan rumput laut crispy di goreng setengah matang dan kemudian pada
tahap penggorengan kedu barlah kami mendapatkan warna golden brown pada rumput
laut crispy
3. Aroma
Aroma dari rumput laut yang ami buat
beraaroma dominan tepung hal itu di karenakan proses pembaluran rumput lautdengan
tepung di lakukan 2 kali.
4. Tekstur
Tekstur rumput laut crispy yang kami
buat terasa renyah atau crispy. Di karenakan proses penggorengaan dilakukan 2
kali, sehingga kami mendapatkan hasil yang sangat renyah.
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah kami lakukan, kami dapat menarik kesimpulan bahwa
rumput laut crispy yang dihasilkan cukup baik
dari segi kegaringan, aroma, dan warna. Namun, terasa sedikit terlalu asin
dikarenakan penggunaan tepung bumbu yang berlebihan
B. SARAN
Pada saat pembuatan, gunakan tepung bumbu hanya secukupnya saja untuk
menghindari rasa asin yang berlebih.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim , 2011
‘pengolahan rumput laut’ https://bakorluh.gorontaloprov.go.id . Diakses
pada tanggal sabtu 25 Maret 2017 21.09
Aziz, Andi Risqa. 2017. Modul Jobsheet Teknologi
Proses Agro I. Makassar : Politeknik Ati Makassar
Sepsialsih, Ami.
2014. ’Aneka Olahan
Rumput Laut’.
142348399
DOWNLOAD LAPORAN DISINI
Terimakasi Telah Berkunjung, jika dirasa bermanfaat silahkan
share. jangan lupa tinggalkan jejek di komentar karena kami kadang kala
melakukan undian berhadiah pulsa untuk pengunjung.
Ingat Budayakan Untuk Tidak Hanya Copy Paste, Cobalah Untuk Mempelajarinya dan mengecek ulang apakah isinya sudah sesuai dengan apa yang anda inginkan.
Ingat Budayakan Untuk Tidak Hanya Copy Paste, Cobalah Untuk Mempelajarinya dan mengecek ulang apakah isinya sudah sesuai dengan apa yang anda inginkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar